Tampilkan postingan dengan label HOBBY. Tampilkan semua postingan

sepakbola

Peraturan resmi permainan sepak bola (Laws of the Game) adalah:
Peraturan 1: Lapangan sepak bola
Peraturan 2: Bola
Peraturan 3: Jumlah Pemain
Peraturan 4: Peralatan Pemain
Peraturan 5: Wasit yang mengatur pertandingan
Peraturan 6: Asisten wasit
Peraturan 7: Lama Permainan
Peraturan 8: Bola Keluar dan di Dalam Lapangan
Peraturan 9: Cara Mendapatkan Angka
Peraturan 10: Offside
Peraturan 11: Pelanggaran
Peraturan 12: Tendangan bebas
Peraturan 13: Tendangan
Peraturan 14: Lemparan dalam
Peraturan 15: Tendangan gawang

Selain peraturan-peraturan di atas internasional , keputusan-keputusan Badan Asosiasi Sepak bola Daerah (IFAB) lainnya turut menambah peraturan dalam sepak bola.
[sunting]
Tujuan permainan

Dua tim yang masing-masing terdiri dari 11 orang bertarung untuk memasukkan sebuah bola bundar ke gawang lawan ("mencetak gol"). Tim yang mencetak lebih banyak gol adalah sang pemenang (biasanya dalam jangka waktu 90 menit, tetapi ada cara lainnya untuk menentukan pemenang jika hasilnya seri). akan diadakan pertambahan waktu 2x 15 menit dan apabila dalam pertambahan waktu hasilnya masih seri akan diadakan adu penalti yang setiap timnya akan diberikan lima kali kesempatan untuk menendang bola ke arah gawang dari titik penalti yang berada di dalam daerah kiper hingga hasilnya bisa ditentukan. Peraturan terpenting dalam mencapai tujuan ini adalah para pemain (kecuali penjaga gawang) tidak boleh menyentuh bola dengan tangan mereka selama masih dalam permainan.
[sunting]
Taktik Permainan

Taktik yang biasa dipakai oleh klub-klub sepak bola adalah sebagai berikut:
4-4-2 (klasik: empat pemain belakang/skipper)
4-4-2 (dengan dua gelandang sayap)
4-4-1-1 (2 pasang gelandang sayap,satu gelandang serang dan striker tunggal)
4-2-4 (2 sayap)
4-3-2-1 (3 pemain gelandang tengah,2 gelandang serang,dan striker tunggal)
4-3-1-2 (4 bek,3 gelandang bertahan,1 penyerang lubang,2 striker)
4-5-1 (4 bek,2 sayap,3 gelandang,1 striker)
4-3-3 (4 bek,3 gelandang bertahan,2 striker sayap,1 striker tengah)
4-2-3-1 (2 bek tengah,2 bek sayap, 2 winger,1 penyerang lubang,1 striker)
4-3-3 (2 bek sayap,2 bek tengah,2 sayap,1 gelandang bertahan,3 striker tengah)
4-1-4-1 (4 bek,1 gelandang bertahan,4 gelandang,1 striker)
3-4-3 (dengan winger)
3-5-2 (dengan libero/sweeper)
3-5-2 (tanpa libero/sweeper)
3-6-1
5-4-1

Taktik yang dipakai oleh sebuah tim selalu berubah tergantung dari kondisi yang terjadi selama permainan berlangsung. Pada intinya ada tiga taktik yang digunakan yaitu; Bertahan, Menyerang, dan Normal.
[sunting]
Ofisial

Sebuah pertandingan diperintah oleh seorang wasit yang mempunyai "wewenang penuh untuk menjalankan pertandingan sesuai Peraturan Permainan dalam suatu pertandingan yang telah diutuskan kepadanya" (Peraturan 5), dan keputusan-keputusan pertandingan yang dikeluarkannya dianggap sudah final. Sang wasit dibantu oleh dua orang asisten wasit (dulu dipanggil hakim/penjaga garis). Dalam banyak pertandingan wasit juga dibantu seorang ofisial keempat yang dapat menggantikan seorang ofisial lainnya jika diperlukan.selain itu juga mereka membutuhkan alat-alat untuk membantu jalannya pertandingan seperti:
papan pengganti pemain
meja dan kursi
[sunting]
Peraturan
[sunting]
Lapangan permainan

Ukuran lapangan standar
Ukuran: panjang 100-110 m x lebar 64-75 m
Garis batas: garis selebar ... cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; ... m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
Daerah penalti: busur berukuran 18 m dari setiap pos
Garis penalti: ... m dari titik tengah garis gawang
Garis penalti kedua: ... m dari titik tengah garis gawang
Zona pergantian: daerah ... m (... m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
Gawang: lebar 7 m x tinggi 2,5 m
Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif
[sunting]
Bola
Ukuran: 68-70 cm
Keliling:10 cm
Berat: 410-450 gram
Lambungan: 1000 cm pada pantulan pertama
Bahan: karet atau karet sintetis (buatan)
[sunting]
Tim
Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 11, salah satunya penjaga gawang
Jumlah pemain maksimal keluar lapangan(tidak termasuk cedera): 4
Jumlah pemain cadangan maksimal: 12
Jumlah wasit: 1
Jumlah hakim garis: 2-4
Batas jumlah pergantian pemain: 3 kecuali pertandingan uji coba
[sunting]
Perlengkapan permainan
Kaos bernomor (sejak tahun 1954)
Celana pendek
Kaos kaki
Pelindung tulang kering
Alas kaki bersolkan karet
[sunting]
Lama permainan
Lama normal: 2x45 menit
Lama istirahat: 15 menit
Lama perpanjangan waktu: 2x15 menit (bila hasil masih imbang setelah 2 x 45 menit waktu normal)
Ada adu penalti jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai.
Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
Waktu pergantian babak: maksimal 15 menit
[sunting]
Wasit sebagai pengukur waktu resmi

Wasit yang memimpin pertandingan sejumlah 1 orang dan dibantu 2 orang sebagai hakim garis. Kemudian dibantu wasit cadangan yang membantu apabila terjadi pergantian pemain dan mengumumkan tambahan waktu. Pada Piala Dunia 2006, digunakan ofisial ke-lima. Penggunaan 2 wasit sempat dicoba pada copa italia.Penggunaan 4 hakim garis kabarnya juga dicoba di piala dunia 2010,dimana 2 diantaranya berada di belakang gawang.
[sunting]
Percobaan penggunaan gol emas dan gol perak

Lihat: Gol perak; Gol emas.

Pada akhir 1990-an, IFAB mencoba membuat pertandingan lebih mungkin berakhir tanpa memerlukan adu penalti, yang sering dianggap sebagai cara yang kurang tepat untuk mengakhiri pertandingan.

Contohnya adalah sistem gol perak yang mengakhiri pertandingan jika sebuah gol dicetak pada perpanjangan waktu pertama, dan gol emas yang mengakhiri pertandingan jika sebuah gol dicetak pada perpanjangan waktu kedua.

Kedua sistem ini telah dihentikan oleh IFAB.
[sunting]
Kejuaraan internasional besar

Kejuaraan internasional terbesar di sepak bola ialah Piala Dunia yang diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Football Association. Piala Dunia diadakan setiap empat tahun sekali. Lebih dari 190 timnas bertanding di turnamen kualifikasi regional untuk sebuah tempat di babak final. Turnamen babak final yang berlangsung selama empat minggu kini melibatkan 32 timnas (naik dari 24 pada tahun 1998).

Kejuaraan internasional yang besar di setiap benua adalah:
Eropa: Piala Eropa atau dikenal dengan nama Euro
Amerika Selatan: Copa América
Afrika: Piala Afrika
Asia: Piala Asia
Amerika Utara: Piala Emas CONCACAF
Oseania: Piala Oseania
[sunting]
Piala dunia mini (piala konfederasi)

Ajang tingkat klub terbesar di Eropa adalah Liga Champions, sementara di Amerika Selatan adalah Copa Libertadores. Di Asia, Liga Champions Asia adalah turnamen tingkat klub terbesar.

Sepak bola sudah dimainkan di Olimpiade sejak tahun 1900. (kecuali pada Olimpiade tahun 1932 di Los Angeles). Awalnya ini hanya untuk pemain-pemain amatir saja, namun sejak Olimpiade Los Angeles 1984 pemain profesional juga mulai ikut bermain, disertai peraturan yang mencegah negara-negara daripada memainkan tim terkuat mereka. Pada saat ini, turnamen Olimpiade untuk pria merupakan turnamen U-23 yang boleh ditamnbahi 3 pemain di atas umur. Akibatnya, turnamen ini tidak mempunyai kepentingan internasional dan prestise yang sama dengan Piala Dunia, atau bahkan dengan Euro, Copa America atau Piala Afrika.

Sebaliknya, turnamen Olimpiade untuk wanita membawa prestise yang hampir sama seperti Piala Dunia Wanita FIFA; turnamen tersebut dimainkan oleh tim-tim internasional yang lengkap tanpa batasan umur.
[sunting]
Sepak bola di Indonesia

Permainan sepak bola di Indonesia juga berkembang pesat. Ini ditandai dengan berdirinya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada tahun 1930 di Yogyakarta yang diketuai oleh Soeratin Sosrosoegondo. Untuk menghargai jasanya, mulai tahun 1966 diadakan kejuaraan sepak bola Piala Soeratin (Soeratin Cup) yakni kejuaraan sepak bola tingkat taruna remaja. Pada saat ini permainan sepak bola digemari oleh hampir seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
[sunting]
Lihat pula Portal Sepak bola

[sunting]
Organisasi
Fédération Internationale de Football Association (FIFA) (dunia)
UEFA (eropa)
CONMEBOL (amerika latin)
CONCACAF (amerika)
AFC (asia)
CAF (afrika)
OFC (oseania)

Jenis lainnya
Sepak bola wanita
Sepak bola Paralimpik (untuk orang cacat)
Sepak bola ruangan (indoor): five a side football, futsal dan indoor soccer
futsal
Sepak bola tarkam
»»  READMORE...

KESALAHAN LATIHAN GITAR




Berikut kesalahan latihan yang gua tau :
1. Latihan gak rutin, lakukan walau sebentar.
2. Latihan pindah-pindah, seharusnya latihan fokus ke satu hal untuk jangka waktu tertentu baru setelah selesai latihan ke hal yang laen.
3. Latihan belum bener udah loncat atau tambah speed.
4. Pelajaran dasarnya jangan ditinggalin, misal elo pinter maen melodi tapi pas kebagian ngisi pake kord bingung.
5. Jangan lupa usahakan pake metronome.
6. Latihan pake distorsi padahal kalo maen pake clean banyak salah. Jalurnya clean dulu baru distorsi, kecuali mau ngakalin kaya gua he….
7. Gak tau apa yang dipelajari.
8. Kalo mau serba bisa pikir-pikir, soalnya lebih baik ahli satu bidang dan orang lebih ngakuin hal itu.
»»  READMORE...

Gitar, Personafikasi Kaum Muda...




”Bagi anak muda atau remaja pria, gitar merupakan simbol pemberontakan terhadap orangtua dan komunitas. Menciptakan kegaduhan untuk menyatakan : inilah kami, dengarkanlah kami...” Demikian teori Alex Ross, kritikus musik terkemuka dari majalah terbitan Amerika Serikat, The New Yorker.

Lebih satu dasawarsa sejak ia mengemukakan teorinya itu. Namun, hingga kini relevansinya masih terasa. Sejak ditemukan 4 ribu tahun silam di zaman Babylonia, dari alat bernama plagues, fungsi gitar kian meluas dan dibawa ke berbagai peradaban dunia. Gitar pun kini punya banyak simbol, mulai dari pemberontakan, pengharapan, hingga alat identifikasi kaum muda.

Soraida Martinez, pelukis verdadisme asal Puerto Rico, memaknai gitar sebagai simbol pengharapan. Di tengah suasana kekacauan ekonomi di negara dunia ketiga, gitar menjadi satu-satunya alat budaya untuk menentramkan jiwa yang kehilangan harapan. ”Melodi gitar itu sendiri menyejukkan kita ketika ada pengharapan dan membayangi kita ketika tidak ada harapan,” ucapnya dalam epilog karyanya yang dibuat tahun 2003.

Pada zaman modern, gitar menjadi simbol seni dan budaya pop. Dibawa maestro-maestro dari zaman ke zaman macam Scotty Moore, Jimi Hendrix, Steve Howe, hingga Joe Satriani, popularitas gitar terus meningkat. Di Indonesia, era pop gitar terutama terasa sejak kehadiran teknologi gitar elektrik. Konser-koser yang menghadirkan Dewa Bujana, Tohpati, atau I Wayan Balawan selalu penuh sesak dipadati anak-anak muda yang tengah gandrung gitar elektrik.

”Tidak gaul kalau tidak bisa main gitar,” ucap Sandy (25), salah seorang pehobi gitar yang juga mantan anggota suatu band kampus di Bandung. Bersama band-nya, ia aktif tampil dari satu kafe ke kafe lainnya membawakan musik top fourty atau sesekali lagu pop hasil ciptaan sendiri. Gitar baginya bukanlah semata alat pergaulan, melainkan juga media untuk mencapai ketenaran, impiannya saat ini.

Feminisme pada gitar

Sugeng, pehobi gitar lainnya, punya pandangan filosofis unik terhadap alat musik melodi yang satu ini. Baginya, kehidupan sehari-hari, misalnya pacaran, layaknya gitar. ”Kalau kekencangan, bisa putus. Kalau kekendoran, justru gak ada ’nadanya’,” tuturnya di dalam sebuah weblog. Entah terpengaruh gerakan feminisme, emansipasi wanita, atau tidak, faktanya saat ini gitaris tidak lagi didominasi kaum adam.

Tidak sedikit kaum hawa remaja yang hobi menekuni gitar. Salah satunya, Astrie Kharismadewi (22), alumnus Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung. Pentolan grup band Astree and Leaves ini mahir bermain gitar akustik disamping synthesizer. Ia belajar gitar secara otodidak sejak sekolah dasar. Keponakan Andi ”Rif” ini menjadikan gitaris Rif, Magi, sebagai salah satu gurunya.

Menurutnya, gitar merupakan media untuk mencurahkan rasa, emosi, dan pikiran. ”Saya tidak bisa buat lagu kalau tidak pakai gitar. Lewat senar-senar melodi saya lebih bisa mengukur yang ada di pikiran dan menuangkannya dalam streaming (lagu),” ucap wanita yang akrab disapa Acid ini. Baginya, gitar bisa menjadi media komunikasi dengan penonton. Mengungkapkan pesan emosi ketika ia tengah marah, gundah, atau pun terlarut dengan romantisme.

Untuk menghasilkan performa yang baik sebagai alat curahan ekspresi, baginya, gitar harus diperlakukan lebih ”manusiawi”. ”Saya itu termasuk orang yang suka ngajak ngomong gitar. Berkarat atau berdebu saja, dia akan mudah sakit. Rasanya pun berbeda ketika dimainkan,” tutur vokalis Astree and Leaves yang terakhir manggung di Parijs van Java, akhir bulan lalu ini. Ia mempunyai dua gitar kesayangan, satu dari merek pakamine tahun 1995 warisan Andi Rif dan kedua dari merek Sony Akustik yang ia namai ”Carlos” yang kini tengah terbaring ”sakit”.

Lebih dari politik

Bagi mayoritas remaja pehobi gitar, musik itu jauh lebih menarik daripada politik. Gitar itu tidak berbohong dan bisa memberi empati, menghibur, publik (penonton). Hal yang langka terjadi pada hal bernama politik. ”Gitar dan musik itu lebih mudah dipahami. Sumber inspirasi dan membuat candu. Music means world (musik adalah duniaku)
»»  READMORE...

Cerita Orang Yang Belajar gitar sendiri


Gua mau nerangin cerita orang yang belajar gitar sendiri. Kebanyakan ceritanya seperti ini:
1. Ada keinginan maen gitar tentunya, mau gede atau kecil
2. Punya gitar tentunya. Kemungkinannya bisa gitar sendiri, warisan, boleh minjem, barang kreditan, nyolong (walaupun nantinya maenya maestro bagi gua
gak ada artinya) atau boleh nyewa.
3. Nah kalo yang serius dia pergi kursus private. Ya yang ini seterusnya bisa tebak, kalo gak keluar, ya terus.
4. Belajar chord gitar walaupun suaranya gak keluar. Nyanyin lagu favorit kalo gak lagu yang diajarin temen, padahal lagu nya gak pernah denger. Sampe tangan lecet-lecet tuh tangan maenin gitar.
5. Bolak-balik maenin lagu itu yang bisa.
6. Nyari nyari chord lagu yang laen. Dikit-dikit belajar metik gitar kalo gak melodi solo gitar nya.
7. Kayanya disini udah bisa stem gitar.
8. Nemuin chord-chord aneh yang jarang dimaenin, ama dikit-dikit tau teknik maen gitar ama maenin effect gitar.
9. Disini kalo yang fokus dia bakal nekunin sampe bener-bener pengen mahir. Ama maenin apa yang dia pengen maen, misal dia pengen nekunin rock, blues dll.
10. Latihan dah jadi kebiasaan.
11. Nyari yang aneh-aneh atau belom tau.
12. Mahir, kecepatan diatas 200 bpm.
13. Intinya kalo mau berhasil fokus, orang barat jago-jago karna dia fokus, serius ama yang dia tekunin.
»»  READMORE...

--==[IKLAN]==--

JAVA SCRIPT

Detik Jantungku

Daftar Pengunjung

Label

--==[ Celotehan ]==--


ShoutMix chat widget

SID

SID

--==[IKLAN BANNER]==--

Apakah Anda Suka dengan Blog ini ???

Pemilik Blog

Foto saya
"Saya orangnya ingin mnjadi sosok seperti mezut ozil..."

Superman Is Dead

Superman Is Dead

--==[KUTU BUKU ]==--


Masukkan Code ini K1-525CD7-C
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

--==IKLAN-IKLAN]==--